Terusan Batik Kudus Apik Dikenakan Segala Usia

Terusan Batik Kudus Apik Dikenakan Segala Usia
Penulis: Wardah Fazriyati | Editor: Dini

Batik Kudus nyaris punah lantaran tak ada lagi penggunanya. Jika Anda memiliki kain batik otentik dari Kudus, baik batik tulis, cap, atau colet (bukan printing), kreasikan kain batik Anda menjadi busana siap pakai. Dengan begitu, Anda turut menyelamatkan sekaligus mempopulerkan batik Kudus. Semakin banyak orang mengenakan batik, para perajin batik tentunya takkan berhenti berkarya melestarikan budaya.

Perancang Inne S Nurbani dan perajin batik Kudus Yuli Astuti menunjukkan kolaborasi yang cantik dalam berbatik. Melalui terusan batik Kudus, Inne membuktikan, busana batik bisa dikenakan dengan gaya oleh anak usia 12 tahun hingga perempuan matang. Inne menampilan 10 busana batik, dalam model terusan dan busana pria berlengan pendek yang berkesan modern. Peragaan busana bertema “Lula dan Batik Kudus” ini digelar dalam rangkaian acara Pesona Batik Kudus, inisiasi Rumah Pesona Kain.

“Batik Kudus dikreasikan dalam model terusan untuk busana kerja. Corak batik Kudus yang berkesan penuh dipadukan dengan bahan polos berwarna senada. Terusan model lurus dari batik Kudus ini juga bisa dipadukan dengan ikat pinggang sebagai aksesori, dan cocok digunakan untuk busana harian ke kantor,” papar Inne, di sela peragaan busana di Jakarta, Rabu (30/3/2011) lalu.

Inne juga menampilkan busana batik Kudus model terusan untuk anak usia 12 tahun. Menurutnya, terusan batik juga cocok dikenakan anak-anak. Kesan ceria yang identik dengan anak-anak ditampilkan Inne dari pilihan sepatu. “Anak-anak masih pantas mengenakan terusan batik dengan padu padan sepatu kasual. Perhatikan pilihan warna sepatu yang masih senada atau mengandung unsur warna sesuai busananya,” jelas Inne.

Tak sulit mengaplikasikan batik Kudus dalam busana wanita. Namun Inne mengakui, merancang busana batik untuk pria lebih menyulitkan, terutama dengan corak kaligrafi yang identik pada batik Kudus. Meski begitu Inne berhasil menyentuh kebutuhan pria dalam berbatik dengan merancang kemeja batik dengan potongan huruf U pada bagian dada.

“Cutting ‘U’ pada busana batik pria mengikuti permintaan eksekutif muda. Cutting seperti ini membentuk pinggang. Pria juga cenderung menyenangi atasan yang press body daripada busana longgar,” jelas Inne, menambahkan bahwa atasan batik lengan pendek juga digemari pria untuk busana kantor.

Kesulitan merancang busana batik pria tak ditemui Inne saat berkreasi dengan terusan batik untuk wanita. Ragam model, potongan, dan padu padan batik tampil dalam kreasi batik Kudus Inne. Terusan batik Kudus dengan bolero mempercantik penampilan, apalagi ditambahkan aksesori seperti bros dan korsase polos berwarna senada dengan busana.

“Aksesori bros terinspirasi dari motif batik tembakau pada batik Kudus. Bros berbahan perunggu bisa dikenakan di bagian dada pada terusan wanita,” tuturnya.

Terusan simpel berkesan formal dengan warna cerah koleksi busana batik Kudus Inne elegan dikenakan perempuan muda hingga usia matang.

Sumber: http://female.kompas.com/

About sulastama
Sulastama Raharja, Graduated from Geological Engineering, Gadjah Mada University. Development Geologist in Bekasap South AMT.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: