Ketika Batik Jambi Mengalami “Booming”

Ketika Batik Jambi Mengalami “Booming”
Oleh Irma Tambunan

Pasar batik jambi kembali hidup. Dalam banyak kesempatan, masyarakat tidak malu lagi memakai batik jambi. Dengan beragam motif khasnya, batik jambi kerap dipesan sebagai seragam untuk puluhan ribu karyawan di lingkungan pemerintah daerah maupun instansi swasta.

Bagi wisatawan, berkunjung ke Provinsi Jambi kurang lengkap tanpa membawa oleh-oleh. Pilihannya adalah mendatangi sentra penjualan batik khas di kawasan Simpang Pulai, Kota Jambi. Di sana terdapat banyak pilihan, mulai dari batik tulis, cap, pakaian jadi, hingga kain tenun. Read more of this post

Lahirnya “Jonegoroan”, Batik Motif Bojonegoro

Lahirnya “Jonegoroan”, Batik Motif Bojonegoro
Myrna Ratna

Sebuah kota kecil yang permai. Di pinggiran kota, hamparan sawah hijau mengapit lintasan kereta api yang menghubungkan kota-kota di lintasan utara Pulau Jawa. Pohon-pohon jati yang menjulang memayungi pinggiran jalan dan rumah-rumah tradisional yang khas. Rumah-rumah yang terbuat dari kayu jati dengan jendela yang terbuka di tengah-tengahnya. Ayam, bebek, berkeliaran bebas di halaman rumah. Sementara sapi kadang mendapat tempat ”terhormat” di dalam ruangan.

Kenyamanan itu berlanjut sampai ke pusat kota. Bojonegoro, yang pada 2010 mendapat penghargaan Adipura, terasa betul menjaga citranya sebagai kota yang bersih. Kota kecil yang ”terjepit” di antara Tuban dan Lamongan itu tak ubahnya oase bagi mereka yang melintas ke ujung Jawa Timur. Read more of this post

Batik Pekalongan Makin Tertekan

Batik Pekalongan Makin Tertekan
Penulis: Siwi Nurbiajanti | Editor: I Made Asdhiana

Industri tekstil dan batik di Pekalongan kian tertekan, akibat tingginya harga bahan baku, serta menurunnya pemasaran. Agar tetap bertahan, saat ini mereka terpaksa mengurangi produksi. Bahkan, sejumlah industri kecil terpaksa berhenti sementara waktu, karena tidak sanggup lagi mengimbangi kenaikan harga bahan baku.

Direktur PT Unggul Jaya Sejahtera, salah satu perusahaan tekstil printing di Pekalongan, Vincentius Sugijanto, Rabu (23/3/2011) mengatakan, kenaikan harga bahan baku sangat membebani usaha. Harga kain yang sebelumnya sekitar Rp 6.000 per yard, saat ini mencapai Rp 10.000 per yard. Kenaikan harga juga terjadi pada komponen harga bahan baku lain, seperti minyak tanah untuk industri. Read more of this post

Perajin Batik Mrico Bolong

Perajin Batik Mrico Bolong
Editor: Jodhi Yudono
Tumpukan kain batik Mrico Bolong dengan pelbagai corak motif khas Mojokerto tertata rapi di etalase ruang tamu berukuran 3,5 x 2,5 meter. Etalase itu berada di rumah Ernawati (35), perajin batik Mrico Bolong di Kampung Surodinawan, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto, Jawa Timur.

Bagi Ernawati, batik bukan hal baru. Sejak usia anak-anak, dia sudah mampu menorehkan canting di atas kain batik dengan motif Mrico Bolong. Read more of this post

Batik Grabag Kembali Bangkit

Batik Grabag Kembali Bangkit

Para perajin batik di wilayah Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo yang sempat terpuruk, kini bangkit kembali dengan berdirinya paguyuban batik. Bahkan mereka telah memiliki show room sendiri untuk memajang batik.

“Dulunya di daerah ini katanya sudah banyak perajin batik, tapi kemudian menyurut karena generasi penerusnya sudah jarang yang bisa membatik. Kini mereka bangkit kembali setelah diadakan berbagai pelatihan, dan kesadaran warga bahwa batik merupakan potensi ekonomi desa yang dapat dikembangkan,” ujar Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Purworejo Dra Suhartini MM saat mengunjungi pusat batik Grabag di Desa Kedungagung Kecamatan Grabag, Kamis (31/3). Read more of this post

Terusan Batik Kudus Apik Dikenakan Segala Usia

Terusan Batik Kudus Apik Dikenakan Segala Usia
Penulis: Wardah Fazriyati | Editor: Dini

Batik Kudus nyaris punah lantaran tak ada lagi penggunanya. Jika Anda memiliki kain batik otentik dari Kudus, baik batik tulis, cap, atau colet (bukan printing), kreasikan kain batik Anda menjadi busana siap pakai. Dengan begitu, Anda turut menyelamatkan sekaligus mempopulerkan batik Kudus. Semakin banyak orang mengenakan batik, para perajin batik tentunya takkan berhenti berkarya melestarikan budaya.

Perancang Inne S Nurbani dan perajin batik Kudus Yuli Astuti menunjukkan kolaborasi yang cantik dalam berbatik. Melalui terusan batik Kudus, Inne membuktikan, busana batik bisa dikenakan dengan gaya oleh anak usia 12 tahun hingga perempuan matang. Inne menampilan 10 busana batik, dalam model terusan dan busana pria berlengan pendek yang berkesan modern. Peragaan busana bertema “Lula dan Batik Kudus” ini digelar dalam rangkaian acara Pesona Batik Kudus, inisiasi Rumah Pesona Kain. Read more of this post

Uniknya Corak dan Warna Batik Kudus

Uniknya Corak dan Warna Batik Kudus
Penulis: Wardah Fazriyati | Editor: Dini

Miranti Serad Ginanjar, Pembina Perajin Kudus, memperlihatkan kain batik tulis Kudus yang dibuatkan khusus untuk PT Djarum. Djarum Foundation bersinergi dengan Rumah Pesona Kain mempopulerkan batik Kudus, dengan menjadikannya sebagai seragam perusahaan.

Bagi penggemar batik, koleksi Anda belum lengkap tanpa batik Kudus. Anda bisa menikmati ragam budaya karya perajin pesisir yang diwakili dalam motif batik Kudus. Pasalnya, batik asal Kudus, Jawa Tengah, ini lahir dari perpaduan kreasi perajin batik Pekalongan, Yogyakarta, dan Solo. Pada era 40-an, pedagang China di Kudus mengundang perajin batik dari berbagai daerah untuk membuatkan batik khusus untuk mereka. Alhasil, kolaborasi dari perajin batik ini menghasilkan motif batik yang unik. Bagian dasar batik Kudus kental dengan sentuhan batik Yogyakarta dan Solo, sementara motif bunganya lekat dengan karakter batik Pekalongan. Read more of this post

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.